makalah understanding

BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli. Konseling ditunjukkan kepada individu yang normal, yang menghadapi kesuakaran dalam masalah pendidikan, pekerjaan, dan social di mana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri. Oleh karena itu, konselinghamya ditujukkan kepada individu – individu yang sudah menyadari kehidupan pribadinya.
Konseling adalah prose belajar yang bertujuan agar konseli dapat mengenal diri sendiri, menerima diri sendiriserta realitas dalam proses penyesuaian dengan lingkungan. Suatu hubungan yang unik dalam konseling dapat membantu individu membuat keputusan, pemulihan, dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperan lebih baik di lingkungan. Konseling membantu konseli untuk mengerti diri sendiri, dan dapat memimpindiri sendiri dalam suatu masyarakat.
Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap, keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Konseling bertujuan membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta – fakta, mendalam arti nilai hidup pribadi, kini dan mendatangkan. Konseling membantu individu untuk mengembangkan kesehatan mental, perubahan sikap, perubahan sikap, dan tingkah laku. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor. Dalam konseling individu ada beberapa teknik – teknik salah satunya understanding (memahami masalah).
B.     Rumusan Masalah
1.      Arti undersatnding dan strategi memahami konseling individu ?
2.      Bagaimana cara memahami macam - macam klien ?
C.    Tujuan Masalah
1.      Mengetahui understanding dan strategi memahami konseling individu ?
2.      Mengetahui cara memahami macam - macam klien ?

BAB II
Pembahasan
A.    Understanding dan strategi memahami konseling individu
Understanding menurut kamus besar bahasa indonesia KBBI ialah memahami. konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli. Konseling ditunjukkan kepada individu yang normal, yang menghadapi kesuakaran dalam masalah pendidikan, pekerjaan, dan social di mana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri. Oleh karena itu, konselinghamya ditujukkan kepada individu – individu yang sudah menyadari kehidupan pribadinya.
Konseling adalah prose belajar yang bertujuan agar konseli dapat mengenal diri sendiri, menerima diri sendiriserta realitas dalam proses penyesuaian dengan lingkungan. Suatu hubungan yang unik dalam konseling dapat membantu individu membuat keputusan, pemulihan, dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperan lebih baik di lingkungan. Konseling membantu konseli untuk mengerti diri sendiri, dan dapat memimpindiri sendiri dalam suatu masyarakat.
Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap, keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Konseling bertujuan membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta – fakta, mendalam arti nilai hidup pribadi, kini dan mendatangkan. Konseling membantu individu untuk mengembangkan kesehatan mental, perubahan sikap, perubahan sikap, dan tingkah laku. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor.
B.     Memahami macam – macam klien
A.    Klien (Konseli)
Apabila konselor adalah pihak yang membantu individu menyelesaikan masalahnya didalam proses konseling, maka klien atau konseli bertindak sebaliknya yaitu sebagai pihak yang menerima bantuan. Walaupun terkadang masalah yang dialami individu adalah sama, namun reaksi yang muncul dari tiap-tiap individu tentu berbeda. Untuk itulah seorang konselor sebagai helping profession perlu memahami klien dengan sebenar-benarnya.
Ada beberapa pendapat menurut para ahli mengenai siapakah yang disebut klien itu. Willis mendefinisikan klien adalah setiap individu yang diberikan bantuan professional oleh seorang konselor atas permintaannya sendiri atau orang lain. Pengertian yang sama juga dikemukakan oleh Rogers yang menyatakan bahwa klien adalah orang yang datang kepada konselor dalam kondisi cemas dan tidak kongruensi.
Klien atau konseli adalah individu yang memperoleh bantuan, namun dia bukanlah objek atau individu yang pasif, atau statis, atau tidak memiliki kekuatan apapun. Dalam konseling, klien merupakan subjek yang mempunyai kekuatan, motivasi, kemauan yang kuat untuk berubah dan dia adalah pelaku bagi perubahan yang ada pada dirinya.
Klien atau konseli, disebut pula helpee, yaitu orang atau individu yang perlu memperoleh perhatian sehubungan dengan masalah yang dihadapinya. Klien merupakan salah satu faktor yang menunjukkan keberhasilan konseling selain karena kondisi yang diciptakan konselor, cara penanganan, dan aspek konselor sendiri.
Keterangan-keterangan dari beberapa literatur menyebutkan bahwa kehadiran klien untuk menjalani proses konseling bukan tanpa alasan, melainkan ada kebutuhan, harapan yang mendesak, dan sudah menemui jalan buntu, sehingga klien tersebut menyadari bahwa dirinya membutuhkan bantuan dari seseorang yang professional untuk menangani masalahnya.
Tetapi ada kalanya seorang klien hadir dalam konseling bukan karena keinginannya sendiri, bahkan klien tidak sadar bahwa ia memiliki masalah dan menolak menemui konselor. Hal tersebut dikarenakan ketakutan dianggap memiliki gangguan kepribadian. Maka untuk menyikapi klien seperti ini peran keluarga sangat penting untuk menyadarkan klien bahwa konseling merupakan cara yang tepat untuk mengeluarkannya dari permasalahan.
1.      Karakteristik Klien
Aspek-aspek kepribadian klien yang terdiri dari emosi, sikap, harapan, motivasi dan kecemasan akan terungkap pada saat klien menjalani proses konseling. Klien akan mambuka diri dan kehidupannya secara perlahan, hal itu akan muncul dengan sengaja ataupun tidak oleh klien.
Akan tetapi ada klien yang bersikap tertutup dan tidak perduli pada konselornya, maka inilah tugas konselor untuk berupaya memahami karakteristik klien tersebut agar dapat mengeksplorasi masalah.

a.       Klien Sukarela
Klien sukarela adalah klien yang datang pada konselor dengan kesadarannya sendiri karena memiliki maksud dan tujuan tertentu. Adapun ciri-ciri klien sukarela adalah :
·         Datang atas kemauan sendiri.
·         Segera dapat beradaptasi dengan konselor.
·         Mudah terbuka dalam membicarakan masalahnya.
·         Bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses konseling.
·         Berusaha mengemukakan sesuatu dengan jelas.
·         Sikap bersahabat, mengharapkan bantuan.
·         Bersedia mengungkap rahasia walaupun menyakitkan.
Meskipun klien sukarela datang atas kesadarannya sendiri, namun konselor juga harus tetap mempelajari sikap emosi, dan harapannya terhadap proses konseling.
b.      Klien Terpaksa
Berbeda dengan klien sukarela, klien terpaksa adalah klien yang datang pada konselor bukan atas keinginannya sendiri, melainkan atas dorongan teman atau keluarga. Adapun ciri-ciri klien terpaksa adalah:
·         Klien bersifat tertutup.
·         Enggan berbicara.
·         Curiga terhadap konselor.
·         Kurang bersahabat.
·         Menolak secara halus bantuan konselor.
Dalam menghadapi klien seperti ini, konselor harus meyakinkan klien bahwa konseling bukanlah wadah yang diperuntukkan untuk orang-orang yang mengalami gangguan dalam kepribadiannya semata.


c.       Klien Enggan (Reluctant Client)
Klien enggan adalah klien yang datang pada konselor bukan untuk dibantu menyelesaikan masalahnya melainkan karena senang berbincang-bincang dengan konselor. Upaya yang dapat dilakukan untuk klien seperti ini adalah:
·         Menyadarkan kekeliruannya.
·         Memberi kesempatan agar klien dibimbing oleh konselor lain.
d.      Klien Bermusuhan
Klien bermusuhan merupakan klien terpaksa yang bermasalah dengan cukup serius. Ciri-ciri klien bermusuhan adalah:
·         Tertutup
·         Menentang
·         Bermusuhan
·         Menolak secara terbuka.
Hal yang dapat dilakukan oleh konselor terhadap klien bermusuhan adalah bersikap ramah, bersahabat dan empati. Toleransi terhadap perilaku klien yang tampak. Meningkatkan kesabaran, menanti saat yang tepat untuk berbicara sesuai bahasa tubuh klien. Memahami keinginan klien yang tidak ingin dibimbing. Mengajak negosiasi atau kontrak waktu dan penjelasan tentang konseling.
e.       Klien Krisis
Klien krisis adalah klien yang mendapat musibah seperti kematian orang terdekat, kebakaran rumah dan pemerkosaan. Tugas konselor disini adalah membuat klien menjadi stabil dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Adapun ciri-cirinya adalah:
·         Menutup diri dari dunia luar.
·         Sangat emosional.
·         Tidak berdaya
·         Ada yang mengalami hysteria.
·         Kurang mampu berpikir rasional.
·         Tidak mampu mengurus diri dan keluarga.
·         Membutuhkan orang yang dapat dipercaya.
Klien krisis ini sangat membutuhkan penanganan yang cepat. Setidaknya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh konselor seperti menentukan sejauh mana kondisi krisis klien. Menentukan sumber yang dapat membantu klien, misalnya saudara, orang tua, atau teman. Bantuan dalam bentuk pertolongan langsung, misalnya memberikan peluang kepada klien untuk menyalurkan perasaannya kemudian memberi bantuan psikologis.
Lesmana menambahkan bahwa selain karakteristik diatas, karakteristik klien yang juga memegang peranan penting dalam konseling adalah kesiapan klien untuk berubah. Kesiapan klien untuk berubah merupakan kunci utama keberhasilan konseling.
BAB III
Penutup
A.    Kesimpulan
konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli. Konseling ditunjukkan kepada individu yang normal, yang menghadapi kesuakaran dalam masalah pendidikan, pekerjaan, dan social di mana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri. Oleh karena itu, konselinghamya ditujukkan kepada individu – individu yang sudah menyadari kehidupan pribadinya. Serta harus memahami beberapa karakteristik klien.


Comments

Popular posts from this blog

pengertian komunikasi